Thursday, January 19, 2017

REVIEW: MIRACHOLECCT, Shopping Experience and Cottonshawl

Assalamualaikum

It's Fri-yay! setelah seminggu ini merasa sibuk sama urusan menjadi mahasiswa tingkat akhir (baca: skripsi), akhirnya berkesempatan untuk nulis review lagi

DISCLAIMER!!!
Review ini gue tulis murni dari pengalaman dan pendapat gue sendiri, bukan bayaran atau request dari pihak manapun.


Miracholecct adalah online shop yang sepertinya tidak sengaja gue temukan di instagram. jualannya hijab hijab gitu, dari Bandung. gue sering liat testimone pelanggan yang puas setelah belanja hijab dari Miracholecct ini dan akhirnya gue kepo

tampilan instagram Miracholecct

"apa sih bagusnya hijab yang mereka jual?"
"bahannya apa?"
"warnanya apa aja?"
"harganya berapaan ya?"

Seperti itu lah kira kira yang sering muncul di pikiran gue tiap kali gue liat post mereka yang muncul di timeline gue

Hijab yang mereka branding banget adalah Cottonshawl nya, mereka juga sering banget gencar promosi knot bando nya. atau biasanya mereka jual sepaketan gitu deh

Setelah gue kepoin cukup lama, sekitar empat bulan sebelum memutuskan untuk nyoba cottonshawl nya (iya, gue ga begitu percaya emang sama online shop gitu jadi gue kalo mau belanja selalu gue kepoin dulu berbulan bulan), cottonshawl adalah produk mereka yang paling laris. hijab nya model pashmina gitu ukuran 180 cm x 75 cm. Bahannya katun, tipis gitu kalo dari gue lihat. pilihan warnanya banyaaaak, mulai dari pilihan warna netral colours, fresh colours, dusty colours, power colours, dan mix colours. harga untuk satu cottonshawl mereka jual Rp65000 (knit bandonya Rp30000, fyi).


Jadilah gue di bulan Januari ini beli cottonshawl nya Miracholecct. warna yang gue beli itu Nude Cappucino dan Soft Milo

Gue chat ke official Line nya mereka, terus dikasih format order gitu, setelah ngisi, dikasih totalan dan transfer ke mana. Costumer Servicenya tanggap banget dan fast respon, ini nilai + banget menurut gue sebenernya hehehe jadi gue makin yakin buat beli. nggak dikasih waktu transfer, cuma dikasih tau kalau sudah transfer, kirim bukti transfer dan konfirmasi kalau memang hit and run a.k.a gajadi beli. besoknya gue langsung transfer, dan langsung dikirim.

Besoknya gue UAS....

Abis pulang UAS gue main dulu sebentar dan pulang jam 9 malam ke kosan, eh, tiba tiba paketan sudah sampai. cuma sehari doang shippingnya! agak kaget sih sampe cepet banget, tapi bagus lah. shippernya pakai SiCepat dan gue beberapa kali belanja online setelahnya, pakai kurir SiCepat ini, memang cepet! bener bener definisi bahagia...

Packagingnya lupa banget gue foto, sorry...sudah terlalu seneng soalnya. tapi packagingnya standar, plastik aja dan jilbabnya digulung begitu. gue juga dapet satu key chain dari Miracholecct. setelah gue coba jilbabnya, bagus banget, tipis, tapi tidak menerawang, mudah dibentuk, nggak panas. sejauh ini jadi jilbab favorit gue. cocok buat daily atau acara acara semi formal/formal.

warna Cottonshawl yang gue pake ini Nude Cappucino

tampilan Instagram Miracholecct 8/10
kemudahan mendapat informasi 10/10
harga produk Miracholecct 8.5/10
payment system Miracholecct 7/10
respon Miracholecct ke Costumer Service 10/10
proses shipping produk Miracholecct 10/10
kualitas Cottonshawl Miracholecct 10/10

Respurchase? YES YES YES!!

Semoga membantu buat kalian kalian yang masih kepo sama kualitas Miracholecct, ya!

Nadiya

Saturday, January 14, 2017

REVIEW: FIRST IMPRESSION Belanja Online di Hermo dan coba skin care 99% Aloe Vera by Always21

Assalamualaikum

Kesempatan kali ini gue mau berbagi pengalaman gue kemarin kemarin belanja online di Hermo dan nyobaik produknya Always21 99% Aloe Vera. Semoga bermanfaat!

P.S: ini bukan promosi, murni review dari diri gue sendiri

Awalnya gue nyoba belanja online di Hermo karena ngeliat iklan di instagram yang katanya lagi ada diskon (team tergiur diskon, maafin). jadilah gue nyoba buka webnya disini, dan ngeliat produk produknya. Ternyataaaa...beneran diskon bukibuk! akkhirnya bikin account segala macam tinggal ikutin aja petunjuknya, dan gue lanjutin milih milih produk. 

tampilan web Hermo

Jadi sebenernya Hermo sendiri adalah web yang menyediakan berbagai produk kecantikan dan perawatan, dari merk 3CE, Always21, A'Pieu, Benton, Bioderma, Dr.Jart+, Etude, Laneige, MEMEBOX, Nature Republic, The Face Shop, Tony Moly, Too Cool For School, dan masih ada beberapa merk yang lainnya disana. tersedia juga kategori, jadi buat kalian yang butuh bandingan harga atau khasiat, tersedia juga, kok! 

Hermo menyediakan brand yang 100% aseli, guys, bukan kw apalagi kw super. dan kalau kalian belanja diatas Rp350000 (tiga ratus lima puluh ribu) free shipping ke semua lokasi, gitu katanya...

Nah, waktu gue belanja, gue sebenernya lagi ngga butuh butuh amat make up soalnya masih lengkap (terus ternyata hari ini pensil alis abis...) akhirnya gue mau liat liat skin carenya aja. Karena kulit gue yang kadang bisa berminyak kayak kilang minyak tapi juga kering sampai mengelupas, jadi gue beli produknya Always21 Nature & Refresh Aloe Vera 99% Soothing Gel.


saat ini gue liat lagi out of stock, dan harganya Rp69000, waktu gue beli lagi diskon jadi gue beli Rp45000 dan itu sudah termasuk ongkir! bahagia itu sederhana, sesederhana gratis ongkir hehehe.


Aloe Vera ini bagus banget buat melembabkan kulit, muka, ataupun untuk rambut. ini produk asli korea juga dan produk ini bebas paraben, mineral oil, dan pewarna buatan. gue sempet cari cari di artikel tentang soothing gel ini dan fungsinya banyak banget.

3 hari kemudian...

Paket gue sampe dengan selamat di Malang dan packagingnya oke banget! first impression yang cukup nice. sayang gue ngga sempet foto karena udah terlalu semangat bongkar. kemasannya itu kardus yang secured sama  lakban pada umumnya, di kardusnya juga ada tulisan hermo.co.id. setelah gue unboxing, ada bubble wrap lagi yang kira kira 2 atau 3 lapis gue lupa. dan setelah ini beru deh produknya bisa gue lihat dengan jelas.

well done!

produknya sama persis seperti di gambar web nya. isinya 300ml, packagingnya kalau dipegang kira kira setelapak tangan. aloe vera nya sendiri wangi dan colourless, jadi bening aja gitu. kalau dipakaikan ke kulit rasanya dingin dingin gimanaaa gitu, besoknya gue coba simpan di kulkas dulu (tapi bukan di freezer, ya) dan waktu dipakaikan ke kulit enaaaak banget. 

gue pakai gel ini mostly ke muka dan pemakaiannya bisa lima kali seminggu sebelum tidur. pemakaian cukup 30 menit buat gue karena gue merasa kalau kelamaan kulit gue jadi agak gatal gatal. setelah itu, kulit gue terasa halus dan pakai krim malam sebelum tidur.

pemakaian yang cukup berpengaruh buat gue saat gue pulang dari mendaki gunung semeru. sehari turun gunung kulit gue di T zone merah merah terbakar sinar matahari dan beberapa hari berikutnya mengelupas, hiks, apalagi di bagian hidung, buruk rupa lah pokoknya. akhirnya gue setiap malam sebelum tidur dan setelah mandi pagi, pasti selalu pakai soothing gel nya itu karena pakai krim pagi/malam terlalu pedih. alhamdulilah, setelah 4 hari pemakaian teratur kulit gue balik normal lagi, moisturized dan halus, tidak buruk lagi. hehehe.

tampilan web hermo 9.5/10
kemudahan mencari produk di hermo 9/10
harga di hermo 9/10
payment system di hermo 8/10
packaging produk 10/10
kualitas produk 10/10
khasiat produk 10/10

Belanja lagi di hermo? YES. Apalagi kalau ada diskon!
Repurchased Aloe Vera Soothing Gel Always21? SURE!

Nadiya

Tuesday, January 3, 2017

my best of the best in 2016 (part 2)

Assalamualaikum

hari ini sudah tanggal 3 Januari 2017 and I wish you a happy new year! semoga impian kita semua dapat tercapai di tahun ini ya, aamiin.

Menyambung cerita dari yang tulisan sebelumnya tentang pengalaman pengalaman terbaik versi gue

sebagai seorang mahasiswa rantauan di Kota Malang yang katanya dikelilingi sama banyak gunung, di tahun ini gue berkesempatan untuk nyicipin rasanya naik gunung beneran. kayaknya kalau ke gunung bromo itu ngga bisa dihitung naik gunung sih menurut gue hehehe. di bulan Agustus 2016 gue pertama kali nyicipin naik gunung penanggungan. Gunung penanggunagan sendiri adalah gunung berapi istirahat yang jaraknya sekitar 55 km dari surabaya. ada di perbatasan mojokerjo dan sidoarjo. menurut wikipedia, gunung penanggungan banyak ditemui candi candi dari mulai kaki sampai menuju puncak. gue mendaki lewat jalur yang ngga biasa dilewatin orang (katanya yang sering dilewatin orang itu jalur pendakian tamiajeng, jadi gue ngga lewat situ) dan maaf, gue lupa namanya, karena waktu itu ngikutin google maps :( gue mulai naik gunung nya itu jam 12 lewat, 12 malam, for your information. gue ber 6 kalau ngga salah, dan gue perempuan sendiri. belom ada yang pengalaman naik penanggungan, jadi kita nekat aja modal headlamp dan senter. waktu parkir kendaraan buat daki gunung, dibilangin sama bapak bapaknya kalau ini rute paling cepet tapi paling curam, jidat ketemu lutut, gimana ga curam? jadi yaudah jalan aja terus. tapi ternyata dijalan banyak persimpangan yang kita ngga tau mau belok kanan, kiri, atau lurus, gaada tanda sama sekali, dan itu malam. akhirnya dengan (lagi lagi) modal nekat, kita ambil jalan sesuai insting aja. bener aja, ada jalan lagi dan ada persimpangan lagi. begitu terus. sampai setelah 90 menit mendaki, mulai hujan rintik rintik. jalan setapaknya mulai lembek. kanan tembok tanah, kiri jurang yang gakeliatan apa apa. rasanya gue mau nangis aja (tapi ngga nangis kok, hehehe). untungnya, alhamdulillah, ternyata hujan cuma rintik rintik aja dan kita tetap melanjutkan pendakian. setelah mendaki lagi, ada tanda di pohon, katanya, kalau ke kanan candi X, ke kiri candi Y. Lah, kita kan mau ke puncak, bukan mau ke candi. akhirnya dengan insting yang (sok) kuat, kita pilih jalan ke candi Y. pokoknya bener bener banyak persimpangan, deh! waktu sudah menunjukkan pukul 3 pagi dan kita sampai di kompleks percandian gitu, terlihat ada beberapa tenda yang dibanngun disitu, akhirnya kita milih untuk rehat dulu dan menunggu pagi. temen gue, Ojan, tiba tiba dengan rasa (sok) tahu yang sangat besar, dia jalan jalan ke sekitar kompleks dan bilang, "guys hati hati ya disana ada ranjau manusia", tapi herannya, kok celana dia yang putih dan panjang itu, ada bercak kuning kuning di bawahnya, "Jan, kok celana lo kuning gitu". ya...kalian tau maksud gue disini pasti, tidak lain dan tidak bukan, ojan sendiri yang kena ranjau manusia itu. hahaha. setelah dikucilkan, ojan memutuskan untuk melepas celananya dan bercelana pendek di gunung sampai besok pagi. celananya dikemanain? dibuang, dipersembahkan untuk alam, katanya. 
akhirnya pagi datang, gue sendiri bangun jam 6.30 pagi, pagi itu dibuka dengan masak bihun (sampai sekarang, kalau ke gunung gue suka banget bawa bihun katanya lebih mengenyangkan daripada mie). dan temen gue lagi, pakoy, dengan tetiba keluar tenda, "semalem ada babi!!", iya dia seheboh itu bilang semalem katanya ada babi, sementara yang lain nggak ngerasain ada babi hutan semalam. "nggak koy, gaada", dan pakoy masih tetap kekeuh kalau dia ngerasain ada babi di sekitar tenda, kemudian, "semalem ada babi, satu nabrak tenda kita sampa masuk terus gue tendang, ah dasar babi bego" sambung pakoy. padahal, serius, gaada babi. "babinya nabrak tenda terus bunyinya ngok, ngok, ngok. apa mimpi ya, kok nyata banget ya". dan akhirnya ternyata babi yang nabrak tenda semalem sambil bunyi "ngok ngok" adalah mimpi yang terlalu realistis.
setelah makan, minum, dan buang air, baru kita keliling sambil lihat gimana caranya ke puncak. setelah dilihat lihat, semacam agak nggak mungkin ke puncak karena jalannya terlalu curam kalau ditempuh dari lokasi saat itu dan definitely kita salah jalan. yah, puncak ternyata haya sebatas angan saja saat itu. tapi, nggak apa apa. cukup puas kok gue.
pukul 9 pagi mulai beres beres tanda dan turun gunung. kemudian kembali ke Malang dengan alhamdulillah selamat semua.

Bulan desember 2016, gue juga berkesempatan lagi untuk naik gunung, kali ini cicipin gunung semeru. ini sebenernya juga sama mendadaknya kayak persiapan gue naik gunung sebelumnya. kali ini gue mendaki bersama 15 orang lainnya. gunung semeru sendiri adalah gunung tertinggi di pulai jawa, yang puncaknya disebut puncak mahameru. gunung semeru juga gunung tertinggi ketiga di indonesia setelah gunung kerinci dan gunung rinjani. gunung semeru ini sekomplek sama gunung bromo, sama sama masuk di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, di kabupaten Lumajang. gue mendaki semeru cuma sampe Ranu Kumbolo, nggak sampe Kalimati apalagi Mahameru. persiapan yang perlu disiapkan dengan baik adalah, harus terbukti sehat, dinyatakan dengan surat sehat yang ditandatangani dokter, ini wajib hukumnya mengingat di gunung ngga ada klinik kesehatan, guys. kemudian fotokopi kartu identitas, bisa KTM atau KTP, atau lainnya. selanjutnya adalah barang barang keperluan kelompok seperti tenda, nesting, kompor, flysheet, matras, dan keperluan pribadi seperti obat obatan, tisu basah dan kering, bahan makanan, alat makan, baju ganti, sleeping bag, jaket, jas hujan dan lainnya. dari malang, kami naik motor ke arah TNBTS lewat jalur tumpang, ditempuh kurang lebih 2 jam sampai 2,5 jam. parkir kendaraan, briefing sebelum mendaki, dan proses registrasi dilakukan di pos Ranu Pani, ini juga pos untuk mulai pendakian. parkir kendaraan Rp5000 per hari, dan tiket masuk Rp22500 perhari, jadi bukan sistem bayar untuk sekali masuk, tapi untuk berapa lama ada di kawasan pendakian gunung semeru. setelah proses registrasi yang agak lama, akhirnya mulai briefing. menurut gue, wajib sih ikut briefing ini mengingat gue juga pertama kali mendaki semeru, jadi tau apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan. ketika registrasi dan nulis cuma sampe Ranu Kumbolo, itu artinya memang cuma sampai situ, tidak boleh lanjut sampai ke rute selanjutnya. kemudian masalah sampah, segala jenis barang yang berpotensi menjadi sampah harus dibawa turun lagi seperti botol air mineral, bungkus mie instan, tisu, bungkus camilan, dan lainnya, maka dari itu jangan lupa bawa trashbag. sleeping bag harus bawa sebanyak orang yang ikut, karena rombongan gue ada 16 orang maka jumplah sleeping bag nya juga harus ada 16, suhu disana kalau malam dingin banget, sampai sekitar lima derajat celcius, belum lagi anginnya yang semriwing. brrr. selama pendakian harus fokus, boleh santai tapi jangan lengah. kalau lengah lebih baik istirahat dulu. inti dari briefing yang gue tangkap seperti itu.
setelah proses briefing beres, akhirnya bisa mulai berangkat. pendakian dimulai dari pos Ranu Pani dan nanti juga berakhir di Ranu Pani. jalur yang gue tempuh kali ini jakur resmi kok, nggak seperti waktu gue ke penanggungan. pendakian pertama udah cukup menanjak dak bisa ditebak, udah kehabisan nafas dan mulai minum. sepanjang jalan lebih banyak naiknya daripada landai atau menurunnya. Jalur pendakian juga tidak jauh berbeda seperti jalur pendakian lainnya, hutan, nggak ada sinyal sama sekali, kanan jurang, kiri tembok tanah. oh ya, kemarin juga banyak pohon tumbang jadi rintangannya lebih banyak, harus menunduk atau agak memanjat batang pohon, yang membuat kaki agak lemas karena menahan beban tas yang berat. gue juga beberapa kali lewat jalur yang jalannya agak amblas kemudian digaris dengan tali kuning seperti bekas kecelakaan gitu, jadi memang benar kata mas mas di tempat briefing, harus fokus. jalur pendakian sampai ke Ranu Kumbolo ada 4 pos, yaitu pos 1, pos 2, pos 3, pos 4. di pos 1 dan pos 2 ada semangka yang enak banget, ini serius. satu potongnya Rp2500. sebenernya sih itu semangka pada umumnya, tapi karena capek dan udara pegunungan dingin jadinya semangkanya segar sekali dan dingin seperti dari kulkas. enak banget, beneran!
jarak pos 0 ke pos 1 lumayan. lumayan jauh maksudnya. gue lupa persisnya berapa lama tapi pokoknya lumayan jauh. dari pos 1 ke pos 2 bisa dibilang deket, bahkan pos 2 keliatam dari pos 1. dari pos 2 ke pos 3 lumayan juga jauhnya tapi menurut gue ngga sejauh pos 0 ke pos 1. dan di pos 3 ke pos 4 itu juga lumayan jauh, fyi, pas banget dari pos 3 itu ada tanjakan yang cukup curam dan bikin nafas habis jadi ya...istirahat di pos 3 nya dipuas puasin dulu aja. nah, pos 4 ini udah dekat sama Ranu Kumbolo, bahkan sebelum sampai pos 4 udah kelihatan danaunya. jadi pengen cepat sampai bawaannya. total perjalanan yang gue tempuh kurang lebih lima setengah jam. ada juga beberapa temen gue yang lebih cepet, atau lebih lambat sampai enam jam, tergantung stamina.
sesampainya di Ranu Kumbolo, pas banget waktunya sunset. awan sudah mulai bergerak turun, angin semakin kencang, dan langitnya berwarna ungu! indah banget, deh! bener kata orang orang, sunset di Ranu Kumbolo epic abis! habis menikmati sunset, waktunya bangun tenda. jadi tenda kita ada 6 tapi satu gagal dibangun karena anginnya dingin dan kencang sekali, gelap, dan ternyata frame tendanya patah. jadi, yasudah, satu tenda bisa empat orang. ada satu tenda khusus untuk tempat tas dan tempat tidur satu orang. niat habis bangun tenda pengennya makan tapi ternyata angin semakin kencang ddan dingin. gue pakai baju panjang, sweater, dan jaket 2 lapis (1 jaket mantel dan 1 jaket parasut yang wind breaker), celana pakai 3 lapis, legging, celana panjang pas pendakian, dan paling luar celana panjang hangat. kaus kaki pakai 3 lapis. nggak perlu pake shawl karena pakai jilbab udah cukup menghangatkan kepala dan leher gue, hehehe.
satu tenda isi empat orang ternyata kurang efektif. gue yang termasuk orang dengan postur badan tinggi, gabisa ngelurusin kaki, pakai sleeping bag juga gabisa sampai kepala karena gue sudah tergesa gesa untuk tidur dan kedinginan. setiap satu jam sekali gue bangun untuk ngelurusin kaki gue yang mulai sakit. note to learn: harus ditempelin koyo, lain kali. jam dua pagi angin sudah mulai reda dan ternyata langit cerah! ah, jadi ini rasanya tidur dibawah jutaan bintang.
besok paginya gue bangun jam 7 pagi, gue paling siang bangun soalnya baru bisa tidur nyenyak sekitar jam 4 pagi. bangun bangun, tenda gue sudah panas dan berisik. ada yang sedang masak, makan, atau sekedar ngobrol. gue bangun, lap muka, mau pipis. untungnya ada toilet, tapi toilet ala kadarnya aja, jangan berharap toilet duduk, wong toiletnya aja ngga ada, cuma lobang aja, tapi, daripada ngga ada, ya kan?
setelah merasa segar kembali, beres beres tenda, kemudian foto dan mulai perjalanan pulang yang alhamdulillah ditempuh dalam waktu 3 jam.

Friday, December 30, 2016

my best of the best in 2016 (1)

Assalamualaikum

Gue nulis ini pas banget di tanggal 30 Desember 2016, (hampir) penghujung tahun. Sesuai ya sama judulnya, jadi pengen ngerangkum hal hal yang menurut gue memorable, atau mungkin cita cita gue yang sudah bisa gue kasih tanda “checked”. Hehe…

Di tahun 2016 ini, jujur, banyak hal yang membuat gue mikir, “is this for real?”, serius. Banyak hal hal yang diluar ekspektasi gue, which is good, for me. Dan semoga kalian yang juga punya cita cita, bisa cepat tercapai, ya. Aamiin. Atau, kalau bukan cita cita, tapi sesuatu yang diluar rencana kalian, semoga hal itu membawa kebaikan. Ya, kan, apa yang kita rencanakan belum tentu baik menurut Tuhan.

Hal pertama yang memorable buat gue adalah….jeng jeng, pindah rumah. Iya, pindah rumah, tapi kali ini pindah bukan ke komplek lain, atau ke daerah lain, atau provinsi lain. Tapi pindah ke negara lain. Well, belum resmi sih, masih proses karena prosesnya ngga segampang cuma bawa bawa barang, tapi banyak dokumen dokumen yang perlu dipersiapkan. Gue pindahan ke Singapura. Deket memang, tapi balik lagi ke kata kata gue yang tadi, “ngga segampang Cuma bawa bawa barang”. Apalagi kalau gue mau tinggal lebih dari 30 hari (kan batas tinggal pake paspor cuma 30 hari, ya), itu harus pake visa kerja kalo kerja, visa pelajar ya kalo niatnya belajar disana, atau pilihannya pake permanent residence atau PR. Singkatnya, PR itu semacam izin tinggal di suatu Negara tanpa batas waktu, tapi bukan warga Negara itu sendiri. Jadi kalo misalnya lo apply PR, lo bisa tinggal di Negara X tapi lo tetap warga Negara Indonesia, begitu. Sepaham gue, kalau di singapura itu status PR hampir setara dengan warga negaranya untuk urusan public servicenya, but, still, correct me if I’m wrong, dude. Gue nggak sekali ke Singapura, memang, tapi rasanya beda aja. Dulu kalau ke Singapura, pakai tourist pass 3 hari, cukup. Sekarang pakai kartu ez-link yang sudah gue bawa kemanapun di dompet a.k.a nggak perlu dideposit kayak tourist pass. Kalau baru mendarat di changi, immigration officer pasti nanya tempat tinggal selama di Singapura, sekarang jawabnya “my parents’ house”, not anymore “hotel”. Sedih, tapi excited juga. Kuncinya? Jalanin aja, ikhlas, percaya aja ini baik. Betul?

Pemandangan persis kalo nunggu bus nomer 76. bus ini turun persis depan apartemen gue. Kalo mau naik MRT bisa jalan dulu sekitar 15 menit, atau naik bus dulu sekitar 15 menit juga

seperti yang sudah gue bilang tadi, kalo gamau capek ke rumah, naik bus aja, hehehe #teammager

kondisi jalanan, ini di Jurong

Singaporean houses, (ini juga di Jurong)


Next, adalah pengalaman yang cukup exciting buat gue. Experiencing and participating in a student exchange. Finally, wishlist yang satu ini bisa dikasih tanda “checked”, hehehe. Bulan Agustus kemarin, gue ke Kuala Lumpur bersama 50 participan lainnya, dan waktunya pas banget sama 17 Agustusan, jadi bisa ngerasain upacara juga di KBRI Kuala Lumpur. Udah lama ngga ngerasain upacara, terakhir upacara ya zaman SMA. Karena gue masih newbie dibandingkan temen temen gue yang sudah sering ikut exchange, tapi insyaAllah ini tips dari gue waktu apply,


Apasih kira kira yang perlu disiapin buat jadi participant? Bahasa dan motivasi. Karena gue cuma ke Kuala Lumpur yang notabene nya bahasa inggrisnya juga bakalan ketutup sama bahasa melayu nya (tapi jujur, gue tetap nggak ngerti bahasa melayu mereka, sorry…jadi gue tetap pakai bahasa inggris disana), ada baiknya kalian juga bisa bahasa inggris, itu udah hukum wajib, men, lo mesti bisa, dan fasih. Motivasi juga harus kuat, apapun motivasinya, yakin aja dan kekeuh sama pendirian lo sendiri.

Pas disana, harus berbaur sama temen temen ngga? Iya dong, sekalian memperluas jaringan, pokoknya sksd aja deh sama orang. Hahaha. Serius.

Untuk masalah biaya bagaimana? Tergantung, ada yang memang gak perlu bayar sama sekali, jadi dibiayain semuanya sama penyelenggara, ada juga yang memberatkan ke peserta. Tapi peserta sendiri bisa apply sponsor kok, mahasiswa bisa mengajukan ke dekanat atau ke rektorat, dan biasanya untuk proposal akan dibantu sama pihak penyelenggara. So, no worry!


beberapa foto foto yang gue ambil sendiri

day 1, dari KLIA ke Kuala Lumpur, lewat Putrajaya, main dulu.

Kunjungan (di hari keberapa gue lupa, maaf) ke IIUM di Gombak

inget banget, ke Batu Caves setelah kunjungan seharian ke IIUM yang capeknya banget banget, kesini rasanya bener bener refreshing

(masih) di Batu Caves

ini foto foto setelah gue jadiin satu

(bersambung)  


Nadiya

Friday, December 16, 2016

Long time no post

Sudah lama ternyata ya blog ini agak terbengkalai. baru banget update dan beresin dashboard biar lebih simple dan gue melakukan ini di jam 01.00 AM. iya, pagi pagi.....

Jadi...
keinginan nulis datang lagi dan semoga kali ini ngga ababil kayak sebelum sebelumnya. Hehe...

mungkin tulisan gue ada yang berguna dan ada yang ngga berguna juga sih, tapi, yaudahlah ya

sebenernya gue lagi ngerjain tugas kuliah tapi corel lagi ngambek jadi entah kenapa tiba tiba kangen liat blog lagi

oh ya, sekarang gue kuliah di Malang, udah tahun terakhir kuliah dan lagi nyusun skripsi.
mohon doa nya ya temen temen

ada yang kepo ngga gue mau skripsi tentang apa?
jadi gue mau skripsian tentang membran gitu, dari bahan PES sebagai membran utama dan lapisan coating nya pakai campuran alginat-kitosan.

kalo ngga ngerti juga ngga apa apa kok

semoga buat temen temen yang juga lagi menempuh skripsi, entah itu sedang penelitian, penulisan, bimbingan, revisian, semoga urusannya selalu dipermudah ya! Aamiin...

ya, sampai sini dulu aja intro buat first posting di blog gue ini ya!


Nadiya